Monday, February 28, 2005Â

Sepucuk Surat dari seorang Ayah

Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang laki-laki kepada seorang laki-laki; surat seorang ayah kepada seorang ayah.

Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.

Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.

Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.

Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua.

Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: "TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.

Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.

Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan.

Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit.

Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggeng- gam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan ruhaniah yang sebenarnya.

Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal letih dan berhenti, Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.

Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Tuhan, dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan. Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya. Dari ayah yang senantiasa merindukanmu

--------------------------------------------------------------------

Sunday, February 27, 2005Â

sendiri

Terasa tersisih sendiri di pinggir sana
Kau tiada lagi di sampingku berbicara menyalakan api
Tika kau disampingku tuturmu ku anggap bisu
Tingkahmu untukku sumbang bagi diriku
Harapanmu padaku tidak kuendahkan


Nasihatmu madu penyembuh luka
Pabila bersamamu hilang dukaku
Lewat kusedari nilai cintamu
Pabila kau tiada lagi disisiku
Belaianmu kini masih terasa
Restu darimu membawa ku ke syurga

Lewat kusedari nilai cintamu
Pabila kau tiada lagi di sisiku

Andai dapat ku kembali mengubah yang terjadi
Pasti takkan kuulangi walau hanya sekali
Namun hanya doa yang bisa kukirimkan

Â

Damai yang hilang

Tercalar pelangi dihiris gerimis
Senja pun merangkak menutup mentari
Terbias warnanya ke wajah

Lagu kedamaian tiada kedengaran
Bumi yang merekah disirami darah
Kemelut melanda tiada kesudahan
Kemusnahan bermaharajalela
Yang lemah menjadi mangsa

Anak-anak kecil mengongcangkan ibunya
Yang lemah longlai tak lagi bernyawa
Jeritan suara batinnya
Tak siapa mendengarnya

Tergadaikan maruah oleh janji-janji
Terbayarkah dengan nyawa dan darah
Soalan yang tiada jawapan

Kemanusiaan telah lama hilang
Kini yang tinggal hanya ketakutan
Musnah kasih sayang dan persaudaraan
Tandus akhlak dan keimanan
Menyemai persengketaan

Monday, February 21, 2005Â

Rambut rontok

Pernah mengalami rambut rontok??? Bila pertanyaan itu di sodorkan pada saya maka jawabannya "ya" hal itu terjadi pada saya. Tidak tahu kenapa rambut saya selalu rontok, saya tidak tahu apakah karena shampoo, atau makanan. Atau mungkin karena selalu di tutupi oleh balutan kain ( jilbab). saya baru mendapatkan informasi tentang masalah ini, yuuk kita lihat!!!
---------------------------------------
Rambut yang rontok dari kulit kepala seseorang merupakan hal yang wajar ditemui. Dikatakan normal bila jumlah rambut yang rontok dalam sehari kurang dari 50 helai. Bila jumlah rambut rontok 50-100 helai sehari, kita harus mulai waspada. Tetapi bila jumlah rambut yang rontok lebih dari 100 helai perhari, maka itu merupakan alarm adanya gangguan rambut atau kulit kepala.

Hampir semua orang akan berusaha sedapat mungkin menghindari masalah rambut rontok, apalagi kebotakan, karena hal tersebut dianggap mempengaruhi penampilan fisik seseorang.
Yang perlu diketahui, kerontokan rambut sangat dipengaruhi oleh siklus pertumbuhan rambut yang terdiri atas 3 fase:
Fase anagen, masa pertumbuhan rambut (lamanya sekitar 2-6 tahun)
Fase katagen, masa peralihan (lamanya sekitar 2-3 minggu)
Fase telogen, masa istirahat sampai rambut rontok.

Ada banyak faktor penyebab kerontokan rambut, di antaranya:
-Gangguan hormonal (antara lain: kelebihan kadar hormon androgen pada pria, terjadinya penurunan kadar estrogen pada wanita misalnya setelah melahirkan, menopause)

-Gangguan nutrisi, misalnya kekurangan zat besi

-Setelah demam tinggi, misalnya pada demam tifoid (tifus)

-Stress (fisik maupun psikis)

-Keriting, pengecatan atau pelurusan rambut berlebihan, tanpa perawatan memadai

-Penggunaan shampoo/kosmetika rambut yang tidak cocok

-Penggunaan obat-obat tertentu. Misalnya, kemoterapi pada penderita kanker

-Dan lain-lain.

Bila penyebab kerontokan rambut dapat diketahui, akan sangat bermanfaat dalam penanganannya, karena dapat langsung dilakukan terhadap penyebab tersebut (misalnya menghindari stress, memilih kosmetika rambut yang sesuai, memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik/bergizi, dll).

Bila penyebabnya belum diketahui pasti, dan keluhan rambut rontok masih terjadi, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter/ahli kulit setempat.
Tentang kemungkinan menggundul rambut, maka rambut akan makin banyak? Setahu saya menggundul rambut tidak akan merangsang terbentuknya akar rambut yang baru (sehingga jumlah helai rambut tidak akan bertambah). Tetapi bila helai rambut tumbuh kurang baik (misalnya bercabang), mungkin menggunduli/menggunting rambut dapat membantu menghilangkan gangguan tersebut.
------------------------------

hanya sekedar informasi mudah mudahan bermanfaat!!!

Â

Akhirnya ku temukan

Aku masih teringat ketika aku duduk di bangku es em pe dulu. Waktu itu aku pernah mengalami kasus yang menurut aku si begitu berat. Pada waktu itu kebetulan di kelas aku di percaya sebagai sekretaris. Yaa waktu itu wali kelasku bilang kalau rapot ( buku laporan) kelas 3 A di kumpulinnya di sekretaris, pada waktu itu si aku seneng karena di beri kepercayaan sama wali kelasku. Kebetulan wali kelasku itu adalah teman lamanya paman aku.

Setiap orang yang menyerahkan rapot itu, dia harus mengisi nama dan tanda tangan (yaa sebagai tanda bukti) semuanya berjalan lancar saja tidak ada apa apa. Setiap rapot yang sudah terkumpul aku langsung setorkan ke Bu farida ( nama walikelasku) Dan pada suatu hari ketika bu Ida ( aku lebih suka memanggil itu karena lebih akrab )Beliau menanyakan kenapa rapot Rai ( p:) belum terkumpul padahal yang lainnya sudah. Tinggal dia saja yang belum. Tentu saja aku sangat kaget karena dia sudah memberikannya sama aku.

" Masa si Bu gak ada,..!"
" Rai,kan sudah mengumpulkannya ini catatannya" aku menyodorkan secarik kertas yang berisi tanda bukti orang yang sudah mengumpulkan rapot.
" kalau emang Rai sudah mengumpulkan pastilah di lacu Ibu ada, tapi ini kan gak ada"
" Begini saja kamu cari dulu di rumah kamu siapa tahu aja kamu lupa belum menyetorkannya sama ibu"
setelah mendengan kata kata itu aku langsung berlalu dari sebuah ruang tempat berkumpulnya para guru. Untung saja rungan itu tidak banyak "penghuninya" mungkin masih ada di kelasnya masing masing.

Aku sangat takut sekali kalaulah rapot temanku yang orang kalimantan itu benar benar hilang. Dia adalah murid baru di sekolah ini. Jadi rapotnya adalah rapot yang di kalimantan. Aku benar benar takut kalau rapot dia benar benar hilang. Aku tak tahu harus berbuat apa.
Pulang sekolah, aku sangat lemas sekali memikirkan rapot yang hilang itu. Sehari dua hari aku masih bungkam dan belum mengatakannya kepada orang tuaku. Namun kalau aku diam saja masalah ini tidak akan selesai, apalgi sekarang Rai sudah mengetahuinya dan nampaknya semua "makhluk" yang ada di ruangan ini sudah mengetahuinya.
Wali kelasku bilang kalaulah rapot itu hilang pihak sekolah harus pergi ke sana untuk mengambil data nilai yang ada di sekolah yang duluyaknidi Kalimantan.

Akhirnya aku pun mengatakan masalah ini terhadap keluargaku, dan tentu saja mereka snagat marah, kenapa aku sampei teledor seperti itu. Aku hanya bisa menundukan kepalaku tidak bisa berkata apa apa. Aku pun bilang sama pamanku itu, kalau aku sedang punya masalah sama Bu Ida. Untunglah pamanku mau membantu aku dan akan menyelesaikan masalahku. Setelah mendengar itu aku merasa sedikit lega, walaupun masih merasa ketakutan. Karena pada suatu kesempatan Bu Ida pernah menyatakan kalau aku tidak bisa menemukan kembali rapot itu aku harus menggantinya dengan sejumlah uang, yang mungkin dalam jumlah yang tidak sedikit. Mendengar kata kata wali kelasku seperti itu, aku langsung saja bilang sama pamanku agar segera menemui Bu Ida, apa maksudnya mengganti dengan sejumlah uang.

Hari ini, nanti setelah pulang sekolah pamanku akan menemui Bu Ida dan akan segera menyelesaikan masalah ini. Ugh,...rasanya bel yang biasa "berteriak teriak" di telingaku itu lama sekali.

Setelah lama menunggu akhirnya aku pulang dan ingin segera menemui pamanku, karena jam 2 siang ini akan ada pertemuan antara pamanku dan wali kelasku. AKu berdo`a mudah mudahan masalah ini akan cepat selesai.

Setelah kami bertiga (aku, pamanku, sama wali kelasku) membicarakan masalah itu
ya Ibu Ida nampak senang sekali karena bertemu dengan kawan lamanya. Kata wali kelasku, penyelesaian dari masalh ini adalah pihak sekolah akan berusaha mendapatkan translit nilai dari sekolah asal Rai itu, bisa dengan cara lewat pos atau langusng pergi ke sana. dan aku harus mengganti

Singkat cerita setelah satu minggu dari itu, ketika itu aku sama temenku masih penasaran karena aku yakin bawha rapot itu sudah aku setorkan. Dan aku meminta izin untuk mencari rapot itu di laci itu. Aku berdua sama temenku berusaha mencari barang yang membuat aku tidak bisa tidur beberapa hari ini, karena selalu memikirkannya. Dan nampaknya Bu Ida pun ada di sampingku sedang ngobrol sama Guru yang lain. Ku lihat ada sebuah barang di pojok laci, yang berwana biru. Ku ambil barang itu lalu ku baca tulisan yang menempel di buku itu dan ternyata buku itu bernamakan "RAI PRATIWI LAPERISA" yaa,..itu ternyata rapot Rai yang selama hampir sebulan ini aku di bikin pusing olehnya.

Seketika itu pula aku langsung memberi tahu wali kelasku kalau rapot yang katanya hilang sama aku ternyata ada di lacinya. Ohh,..betapa senengnya aku karena bisa menemukannya kembali. Alhamdulillah semuanya beres, aku tidak di denda dengan harus menyerahkan sejumlah uang. Dan nampaknya wali kelasku pun malu, karena ternyata rapot itu ada di lacinya.
Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Akh,.. mudah mudahan ke depannya aku bisa lebih teliti dan hati hati tidak teledor lagi.

Monday, February 14, 2005Â

Asa yang hilang

Selamat pagi, wahhh hari ini kayaknya cuaca cerah yaa tidak seperti 2 hari kebelakang jam segini pasti turun gerimis. Kalau sekarang nampaknya matahari terlihat tersenyum padaku. Mudah mudahan di hari ini, aku bisa menjalani hariku dengan ceria dan bahagai. Aku menunjukan pada dunia bahwa aku bisa seperti yang lain. Aku akan maju, aku tak akan mundur sediktpun.

Semoga asaku yang telah lama mati dan tertimbun dalam keputus-asaan, akan kembali ada dan hidup dalam hatiku. Aku percaya bahwa kalau kita sudah ada niat yang tertanam dalam hati, dan kita bersungguh sungguh dalam hal itu maka kita akan memperoleh hasilnya. Seberapa besar usaha kita terhadap apa yang kita inginkan, maka hasilnya pun (insya alloh) tidak akan jauh dari usaha kita itu. Saya bertekad untuk melanjutkan sekolah saya setelah beberapa kali saya mencoba daftar ke sana ke mari. tahun ini adalah tahun ke tiga setelah saya ke luar es em u.

Dulu, ketika saya mencoba daftar ke universitas swasta yang memberikan program beasiswa. saya tidak masuk, mungkin terlalu banyak saingannya. Karena seleksi diadakan di dua kota yakni di Jakarta dan di Bandung. Ketika itu saya ikut seleksi yang di Bandung karena masih tinggal di Bandung. STIE/STIMIK PASIM yaa,...itulah nama universitasnya. Masuk ke PASIM ini sungguh sangat banyak tahapannya, waktu itu kalau tidak salah ada 3 tahapan. Entah mengapa ketika saya sudah selangkah lagi, saya tidak lolos dalam phsykotes (Ugh,...sedih sekali...huhuhuh!!!)

Di tahun ke dua saya coba masuk lagi, dan berharap kali ini saya bisa mendapatkannya. DI waktu yang sama saya juga mendaftar ke PTN, yakni di IAIN Sunan Gunung jati BANDUNG. yaa, saya hanya mencoba coba saja. siapa tahu saya bisa masuk ke sini. Untunglah waktu ujiannya tidak berbarengan. Rencana saya waktu itu, kalau saya bisa ke terima di PTN itu yang di PASIM tidak akansaya ambil. Dan ternyata saya keterima di PTN itu. Antara percaya dan tidak percaya saya bisa masuk padahal saya bukan dari pesantrenan, bukan pula lulusan Aliyah. Saya hanya lulusan SMU yang tidak pandai bahasa arab, (padahal waktu itu yang di ujiankan ada arab gundulnya yang membikin kepalaku mumet & pusing 7 keliling,....)

Setelah saya tau kalau saya keterima, saya ko jadi bingung ya,... Soalnya harus menyelesaikan daftar ulang yang uangnya buat saya lumayan banyak. Saya tidak menyangka kalau ternyata ada uang praktikumnya pula. Padahal waktu saya daftar dan menayakan mengenai biaya, tidak ada unag praktikum. Dan uang praktikum inilah yang paling gede jumlahnya di bandingkan dengan biaya yang lain.

Daftar ulang tinggal beberapa hari lagi sementara saya belum memegang uang sepeserpun, tentulah orang tua saya pun sibuk ke sana sini supaya kebutuhan saya itu bisa terpenuhi. Namun, setelah tiba saatnya menjelang daftar ulang. uang yang berhasil saya kumpulkan tidak sesuai dengan jumlah yang tertulis di kertas itu. ya,..hanyalah setengah dari itu. Dan akhirnya saya harus rela menerima kenyataan ini, kalau saya ternyata tidak bisa kuliah di sana. Saya terima sesuatu yang membuat saya jadi terpuruk ini, saya iri saya teman saya kenapa dia bisa masuk dan memenuhi biaya daftar ulang itu. padahal orang tuanya sama sekali sudah tidak memperdulikan dia lagi, tidak hanya dari segi materi sja tapi dari nonmateripun. Dengankata lain kondisi keluargaku jauh lebih baik di bandingkan dengan keluarganya. tapi mengapa dia bisa masuk. saya tidak tahu apakah ini di sebut takdir ayau bukan. yang jelas waktu itu saya belum bisa menerima kenyataan itu.

Dan yang saya sesalkan lagi adalah mengapa waktu itu saya tidak ikut ujian di PASIM, mentang mentang sudah keterima di IAIN jadi saya tidak mengikuti tahapan ke dua baru interview aja, dan ujuannya saya tidak ikut. Sungguh sangat menyesal. Ternyata benar pepatah bilang bahwa penyesalan selalu datang belakangan.

Sekarang saya melihat kesempatan itu datang lagi, dan saya tidak akan menyianyiakan kesempatan itu. Semoga saja saya bisa membuktikan bahwa saya bisa meraihnya. M

Sunday, February 13, 2005Â

jalan jalan di hari minggu







Tadi pagi setelah aku bangun dari tidurku, aku berniat untuk jalan jalan pagi meskipun tak ada obejek tempat yang menarik. tapi aku sudah niat dari kemaren ingin jalan jalan, meskipun aku liat di luar sana jalanan masih basah karena sisa sisa hujan semalem.

Meskipun hanya pake sandal jepit saj, tapi gak apa apa toh aku hanya jalan jalan saja, bukan lari. Tapi nanti akan aku usahakan untuk membeli sepatu.( hehehe,...ketauan dehh kalau gak punya sepatu!!) yaa, aku rasa ini akan sangat membantu buat menjernihkan pikiranku yang agak mumet ini. Aku berjalan menyusuri perumahan yang ada di pertigaan jalan itu. yaa tepatnya di jl. siaga dua. Susana nampak masip sepi sekali, hanya satu -dua orang yang aku lihat. Mungkin orang orang yang tinggal di sini masih pada tidur, entahlah yang jelas suasananya sangat sepi sekali dan kendaraan yang lewat pun sangat jarang. Kalau di pake lari pagi mungkin enak, karena kendarannya sedikit.

Ku lihat pemandangan di kiri dan di kanan jalanku. nampak rumah rumah yang bertingkat dua, meskipun ada yang tidak bertingkat. Aku menelusuri jalan itu terus dan terus dan sampai kakiku merasa pegal akhirnya aku memutuskan untuk pulang saja ke rumah. karena aku tak tahu jalan ini habisnya kemana dan dimana.

Sesampainya di kostan ternyata aku sangat kesal sekali, karena pintu itu tak di bukanya sama temenku, meskipun dia tau kalau aku sudah pulang dan ada di luar. memang tadi pagi sebelum aku pergi aku sempet berantem dulu sama dia, gak tau kenapa aku memang sering sekali berantem sama dia. setelah beberapa hari aku sama di cuekin sama dia dan tidak ada komunikasi dari dia, dan biaalah jadi aku sama dia berantem lagi. Dan tadi pagi tak di bukanya pintu itu, akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan jalan jalanku ke sebuah tempat pembalanjaan para ibu ibu rumah tangga. YUp,... aku pergi ke pasar miggu( pasar minggu lagi pasar minggu lagi,..gak bosen apaa...!)

sebenarnya aku sudah bosan pergi ke tempat yang satu ini, tapi apa boleh buat, mungkin aku bisa, menemukan sesuatu yang baru. dan ternyata memang benar aku punya ide setelalah dari sana, meskipun pikiran ini sudah lama sekali muncul tapi sekarang baru kepikiran lagi. yaa, sudah sebulan ini aku makan di luar dan biasanya beli, tarolah satu kali makan RP 3000 ( nih, harga yang paling bawah -ketoprak misalnya-) tidak setiap hari aku makan itu, tapi kadang kadang juga beli nasi padang yang harganya ya lumayan agak tinggi. tapi sepertinya memang sudah standar, nasi padang + telor dadar harganya 6 ribu rupiah. Nah setelah aku pikir pikir mungkin lebih baik aku masak sendiri aja, meskipun belum punya peralatannya. Tapi aku kan bisa patungan sama temenku.

Alasan aku untuk memimilih masak sendiri, selain masakan bisa berpariatip ternyata di pasar minggu juga sayurannya murah murah. Dan mungkin aku akan merasakan kepuasaan tersendiri. Mudah mudahan saja, rencana ini akan terlaksana. Meskipun aku tak pandai memasak, tapi sedikitnya kalu buat kalangan sendiri sii bisa, yaa sambil belajar saja.

Mungkin itu salah satu ide yang aku dapatkan, setelah jalan jalan pagi. Ternyata sangat enak yaa jalan jalan pagi itu, karena pikiran kita akan fresh kembali.

Friday, February 11, 2005Â

pusiingg nehh!

Tak ada hal yang menarik yang akan aku ceritakan hari ini, karena pikiranku lagi tak konsen. Jadinya aku gak punya ide yang bagus yang akan aku tulis di hari ini. Mungkin otakku harus di refresh, biar bisa berfikir lagi. Mataku kayaknya kelelahan, apa yang sebaiknya aku lakukan sekarang,...!!!

tadi pagi, aku melakukan hal yang salah mengapa aku tidak berolah raga. Padahal, aku sudah berniat untuk memulai lagi kebiasaan ini. Ohh, ternyata aku sudah di kalahkan oleh rasa malas. Apalagi tadi pagi cuacanya sangat dingin baget. Setelah aku mandi, tadinya aku mau berolahraga, yaa walaupun sudah telat tapi tak apa kan,..??? Ehh, taunya begitu aku selesai mandi, turun dehh ujan. Jadi gak jadi dehh olahraganya,.....!!!

Oh, yah kemarin aku coba untuk memperbaiki blog ku. Dengan menambahkan alamat blog teman dan ingin agar postinganku ada fhotonya. tapi apa yang terjadi, aku sudah mengikuti petunjuk dari temenku. Ku baca berulang ulang petunjuk yang ada di email itu, tapi tetep gak bisa. Aku jadi kesel kenapa hal yang seperti ini aja aku tidak bisa. Padahal udah di kasih tau,.....!!! (hihihi,.. dasar!)

Besok akan ku fresh kan otakku ini biar bisa berfikir dengan baik ( bukan berarti sekarang gak baik, cuman agak eror dikit,..hehehe!!!). Sebaiknya kemana ya biar aku bisa kembali fresh. ke pegunungan kayaknya mengasikan juga yaa, atau liat kebun teh. Wahh,..wahh enak kayaknya bisa melihat pemandangan seperti itu. Atau kalau di kampung aku ingin liat pesawahan yang hijau, denger kicauan burung, suara air di sungai, liat pohon kelapa yang menjuntai tinggi, liat pohon singkong, (waduh kok jadi panjang begini yaa,.. yaa minimal aku bisa membayangkannya)




Ada yang punya ide gak, nehh ???

Â

cuaca dan rasa males

Pagi ini cuaca sangat dingin sekali karena dari semalem hujan terus terusan mengguyur bumi ini. Memang kalau cuaca seperti ini enaknya tidur dan bermales malesan. Tapi tidak begitu, sepertinya aku sudah mulai bisa mengalahkan rasa males dan kantuk itu. Karena kalu tidak aku rugi banyak waktu.

Hari ini tidak seperti kemaren tidak banyak pengunjung, karena hari ini orang orang sudah mulai masuk lagi, ada yang kerja dan ada yang sekolah. walaupun ada sebagian yang liburnya sampai hari sabtu tanggung katanya,....hehehe,...!!!iya juga sii (^__^)

Cuaca boleh saja mendung, tapi hati tak boleh. Dan aktivitas harus tetap berjalan, dan tak boleh bermalas malasan. (hanya menasehati diri sendiri,...!!!)

Thursday, February 10, 2005Â

Temu MyQers di Ragunan



Hari ini aku sangat lelah sekali, setelah mengikuti salah satu kegiatan di myquran. Awalnya aku tau situs ini dari temenku, dia ngasih situs2 islam yang bagus. Aku coba satu persatu dan yang paling banyak komunitasnya adalah situs ini.Alamat lengkapnya http://www.MyQuran.com Dan tadi siang adalah pertemuan pertama, meskipun tak banyak yang datang dari luar kota. Hanya beberapa gelintir saja. Kebanyakan dari sekitar jakarta dan depok, ada juga lho yang datang dari Balik Papan, wahh hebat mereka sampei bela belain dateng demi pertemuan ini.

Memang tadi siang menjelang dzuhur suasana menjadi berubah karena sang hujan datang tiba2. Orang2 yang ada di sekitar halaman Masjid tanpa menunggu aba2 lagi mereka langsung saja masuk ke dalam masjid, untung aku gak jauh2 dari masjid. Kalau enggak mungkin aku udah kehujanan. tadinya sih mau jalan-jalan dulu sambil melihat "saudara-saudara" kita ( hehehe,... itu lho monkey dan kawan kawan!!!). Agak ganjil memang mengadakan suatu pertemuan di sebuah kebun binatang seperti di Ragunan ini. Tapi mungkin para panitia dan anggota2nya sudah sepekat di sini, di ragunan.

Ingin rasanya pandai berbicara di depan umum seperti orang lain. Mungkin aku harus banyak berlatih, agar aku tidak grogi. Wahh, banyak lhoo akhwatnya ( perempuan ) yang pinter ngomong, yaa pantas saja mereka pada pinter berbicara karena mereka aktivis di kampusnya. Wahh ingin rasanya seperti mereka, bisa enggak yaa,...!!!

Dari hasil pertemuan tadi dipilihlah 2 koordinator sejabotabek, yaitu satu untuk koordinator akhwat (perempuan) dan sau untuk koordinator ikhwan (laki-laki). Senang juga mengikuti kegiatan seperti ini, di sampaing untuk mengembangkan wawasan, yaa sekilugus sambil refreshinglah,...(asyiik kann,...!!!). Aku juga jadi banyak teman, dari berbagai daerah baik di sini di jakarta, ataupun di luar jakarta.

Acara berlangsung mulus meskipun tersendat oleh hujan dan gerimis kecil, namun semuanya berjalan sesuai dengan rencana sebelumnya. Dan baru selesai tadi, menjelang Ashar. Wahh capek baget nihh, tapi seneng juga sii bisa ketemu sama wajah wajah myqers.

Wednesday, February 09, 2005Â

Kebiasaan yang terlupakan

Ingin rasanya kembali seperti dulu lagi berolah raga pagi secara teratur. Meskipun hanya lari 10 keliling di belakang rumah. Ya luamayan tempatnya tidak sempit dan tidak luas. Cukup buat aku untuk sekedar mengerak-geran badanku yang terasa pegal. Yaa, sudah lama aku tidak ke tempat itu. Semenjak cuaca yang berubah menjadi hujan terus, aku jadi males berolah raga. Di tambah lagi ada para tukang yang tinggal di rumah belakang itu, aku tidak mau kalau di liat orang. malu rasanya, apalagi mereka laki-laki semua. Untuk itu aku memetuskan untuk berolah raga di rumah saja, atau di kamar.

Tetapi apa yang terjadi aku malah tidak melakukannya. makanya badanku sekarang suka pegal-pegal. karena tidak di gerakkan mungkin, betapa susahnya menghilangkan rasa malas yang ada di tubuhku. Padahal kesehatan itu sangat mahal sekali harganya. kalau sudah sakit, baru dehh kita sadar betapa kesehatan itu tak ternilai harganya.

Tuesday, February 08, 2005Â

Ibu Ohh...Ibu.....

Seperti biasa pagi tadi aku bangun dari tidurku yang sangat lelap. Yaa, mungkin aku sangat capek setelah pergi ke rumah Ibu, dan sesudah itu langsung aku jaga. O, yah aku dapat berita gembira dari sana, hari minggu sekarang Mbak Rina, keponakannya ibu akan di lamar. wahh senengnya,...( aku kapan yaa,...hehehe...!!!)

Tapi sayang, kemaren aku gak ketemu sama ibu karena ibunya lagi pergi ke bandung. mau mempersiapkan lamarannya Mbak Rina. Padahal aku udah kangen sama beliau, kangen sama "omelannya" yaa semua orang juga sudah tau kalau ibu memang seperti itu. Tapi dia sungguh baik sekali, perhatian dan aku sama temenku udah di aanggap seperti anakanya sendiri. kebetulan memang ibu tidak punya anak perempuan. Dia sudah aku anggap ibuku sendiri. Semenjak aku pindah tempat ke sini, dan tidak tinggal sama ibu lagi. Aku sangat kehilangan semuanya. ibu, bibi, dan semua yang ada di rumah itu.

Yaa, memang ketika aku baru pertama tinggal di rumahnya aku sangat kaget sekali, dan tidak betah. karena ibu itu suka nyuruh-nyuruh terus. padahal kita kan bukan karyawan dia, jadi tidak seharusnya begitu. Pekerjaan yang satu belum selesei ehh udah di suruh lagi yang laen. Gimana gak kesel tuhh, tapi sesudah beberapa minggu sedikit-sedikit aku sudah tau sifat ibu seperti apa. Dan akhirnya semua anggapan aku tentang ibu salah total, karena ternyata ibu tidak seperti itu. katanya di rumah sekarang sepi karena gak ada "cewek-cewek centil" apalagi sekarang keponakan yang tinggal sama ibu sebentar lagi mau nikah. Mungkin ibu akan kesepian lagi. Hanya anak pertamanya, Mas Ari yang tinggal bersamanya di tambah 2 pegawainya yang jaga wartel.

Ibu semakin tua semakin "lincah" saja banyak sekali kegiatan yang di lakukannya. Mulai dari pengajian setiap hari jum`at, ya itu di adakan di rumah ibu sendiri. Belum lagi bisnis butiknya, dan pesanan-pesanan kue yang lainnya. Pernah suatu hari ibu mengatakan kalau ia tidak punya kegiatan apa pun dan hanya diam di rumah saja, maka ia akan sakit. ibu memang gak ada matinya selalu spirit dalam segala hal, tentunya yang positif. Banyak sekali point dari ibu yang patut aku teladani. kedisiplinannya, rajinnya, nilai sosialnya, pokonya masih banyak lagi. yang namanya manusia pasti juga punya kelemahan dan kelabihan, yaa kalau aku lihat si kekurangan dari ibu ya itu, kalu nyuruh sesuatu suka terus- terusan tanpa melihat kita sedang mengerjakan apa. Tapi walau bagaimanapun saya sangat sayang sama ibu. dan memang ibu adalah ibuku yang ke dua, setelah orangtuaku.

nb: Ibu maaf,pagi-pagi udah ngomongin ibu!!! semoga ibu selalu sehat di sana

Monday, February 07, 2005Â

AIB

Banyak sekali kabar yang aku terima kemarin sewaktu aku pulang. Mulai dari teman-temanku yang sudah pada melahirkan, ada yang sudah menikah, dan ada pula yang akan baru akan melangsungkannnya satu hari setelah aku kembali ke kota ini. Dan ada satu lagi berita yang membuat aku terkaget-kaget. Ada seorang temenku yang "kecelakaan" yaa hal yang sangat tabu sekali apalagi ini di kampung sungguh ini adalah aib bagi keluarganya. tentu saja kecelakaan di sini bukanlah sebenernya, tapi istilah bagi orang yang hamil di luar nikah atau seringkali di sebut MBA ( Married By Accident) yaa apapun istilahnya hal itu sangatlah memalukan. Apakah dia sudah tidak punya rasa malu, sehingga tidak memikirkan bagaimana akibat dari perbuatannya itu, yang telah membuat aib bagi keluarganya.

ya, meskipun saat ini ia telah di nikahkan dengan laki-laki yang telah "mencelakinya" itu. Tetapi aib tetaplah aib. Saya juga tidak faham apakah menurut islam boleh tidak kalau menikah dalam keadaan berbadan dua. yaa, dia dinikahkan pada saat usia kandungannya sudah hampir 7 bulan. Apakah pernikahan yang seperti itu sah apa tidak. Buakannkah sebaiknya menunggu anaknya lahir terlebih dahulu. Ahh,... entahlah saya tidak tau!

Pelajaran apa yang bisa di ambil dari kejadian ini??? yaa cobalah untuk berfikir sejenak tentang kejadian yang ada di sekeliling kita. Somoga kita bisa memilah dan memilih lingkungan tempat kita bergaul.

About me

  • NAME Rostiani
  • COUNTRYJakarta, Jakarta, Indonesia
  • Seseorang yang ingin mencoba mencari jati diri akan hidup yang sebenarnya. Meraih asa yang tertinggal, dengan keyakinan yang ada. Walaupun ke putus-asaan kerap datang, aku bukanlah sebuah batu karang di lautan. Aku juga bukan matahari yang selalu menyinari bumi. Aku hanyalah seseorang yang ingin menjadi diriku sendiri.
My profile

Sapa kamu

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x


Powered by Blogger
and Blogger Templates
Get awesome blog templates like this one from BlogSkins.com