Sunday, July 31, 2005Â

Sumida River Firework Festival

Image hosted by Photobucket.comTokyo's biggest fireworks display, the Hanabi Taikai is one of the best you'll ever see, with the added pleasure of street stalls serving hot sake, corn on the cob and other treats. Some 20,000 individual rockets are fired from two separate bases along the river in a visual feast that lasts for over an hour. Most of the 900,000 spectators head for Asakusa's Sumida Park, which gets incredibly busy, but is worth a bit of crowd barging for the amazing atmosphere

The display includes a competition between rival firework companies, so expect some state-of-the-art pyrotechnics. The best viewing locations are the boats on the river, but places are limited.

Like green tea, Chinese characters and silk, fireworks first arrived in Japan from China. Since then, they have very much become part of the culture, with firework parties taking place up and down the country during summer.

The Japanese word for firework, hanabi, means fire-flower, and the short-lived beauty of a firework has much in common with that of the celebrated cherry blossom, so it's no surprise that the Japanese turn out in their droves to firework festivals. The Sumida Gawa event however, is the biggest and most spectacular in Tokyo, so it's well worth a look.

di ambil dari : http://www.whatsonwhen.com/events/~23649.jml
lumayan buat memperluas wawasan :D

Thursday, July 21, 2005Â

Welcome to Holland

Image hosted by Photobucket.com
Duuhh, kapan ya saya bisa ke tempat ini. Belanda, memang negeri yang terkenal

memiliki banyak kincir angin. Salah satu teman milis saya, udah pernah ke sini.

Jepretan gambar di atas adalah dia sendiri yang moto, kata dia ini lagi mendung

jadinya agak gelap gitu.


Selain terkenal dengan banyak sepeda, sepeda ada dimana mana, kononnya katanya jumlah sepeda 2x lipatnya jumlah penduduk :D bener apa tidaknya blm tau. Tapi memang bener si banyak banget kendaraan yang satu ini.


Negeri ini terkenal juga dengan banyaknya kanal kanal, yaitu seperti kali tetapi sangat berbeda dengan kita. Di sana airnya sangat bersih, dan di sepanjang kanal banyak yang di gunakan untuk usaha, seperti restoran gitu dehh. Karena sambil makan bisa melihat pemandangan kanal yang sangat indah.

Udah ahh mau ngebayangin dulu, gimana suasana di sana :D

Wednesday, July 20, 2005Â

bad mood

Lagi bete enaknya ngapain ya?.....

ada yang tahu, coba acungkan tangan???

huahauaaa ( ini bukan ketawa, tapi nangis :_P)

Aduhh, bingung gak enak ati, pokonya yaaa gitu dehh

yang jelas, my soul lagi gak tenang i don`t know what a reasion. Do u know that?

Apakah ada sesuatu yang terjadi??? i hope everything`s is OK :)

Tuesday, July 05, 2005Â

Oleh oleh dari Ancol

Image hosted by Photobucket.comSesampainya di kota, sepertinya mbak ku masih ragu angkot manakah yang bisa mengantarkan kita ke tempat yang banyak di kunjungi oleh beberapa warga jakarta dan sekitarnya ini. Akhirnya untuk meyakinkan itu, ku tanya seorang bapak tua yang sedang berdiri di situ, di dekat sebuah pohon di samping seorang pedagang. Dan setelah yakin bahwa angkot yang bernomor hmm.... berapa ya aku lupa lagi. POkonya angkot itu tepat berada di depan kami, dan nampak berjejer seperti ikan saja. Dan kami berjalan ke depan, karena kalo yang belakang itu suka " ngetem" dulu ( ngetem itu sebenernya bahasa apa ya, sundakah, atau jawa-kah. Akhh, nanti suatu saat akan aku tanyakan) Aku dan mbak endy pun mengambil posisi duduk di depan, enak kalo melihat pemandangan begitu pasalnya.

Mungkin di karenakan hari itu adalah hari minggu, dan kebetulan ( kalo kata A`Agym si bukan kebetulan tapi kenyataan :D ) hari itu juga anak anak udah pada mulai liburan. Jadinya begitu buanyakkk buangettt yang dateng. Begitu aku sampai di sana matahari lagi memuncak, kerongkonganku serasa kering ku buka tas selendang warna hitamku, ku ambil air jeruk yang ke beli dari indomart tadi pagi. Walaupun tidak dingin, namun cukup untuk membasahi tenggorokan yang sudah kering. Perutku lapar sekali, tadi pagi aku memang belom sarapan, ya... hanya satu gelas teh manis waktu di rumahnya mbak endy. Itu pun tidak aku habiskan, karena ada benda jatuh ke teh manisku itu. Ya, katanya obatnya dia jatuh ke gelas ku. Padahal aku ingin menghabiskan teh anget itu.

Ku lirikan mataku dengan lincah bermaksud mencari tepat yang teduh untuk beristirahat, ada beberapa tenda yang di gelar. Ya, mungkin mereka menyewanya karena tak mungkin tenda itu gratisan. Mereka terdiri dari beberapa keluarga, dan sepertinya serempak sekali. yaa... mereka sedang makan. Hmmm........sepertinya enak sekali. Setelah mencari tempat yang kosong buat duduk dan istirahat, akhirnya aku menemukan tempat yang kosong. Ada satu tikar yang tergelar di sana, ku tanyakan pada mereka yang berada tidak jauh dari situ.

" maaf, bu apakah tempat ini kosong?" ku lihat ibu itu sedang makan

" ya itu kosong, pake saja orangnya udah pergi barusan"

" tapi, bu kira kira bayar enggak ya?" mbak ku menimpalinya, ya dia mungkin takut kalo bayar soalnya uangnya pas2an :D Ya, lumayanlah sewa itu kan satu tikar sepuluh ribu rupiah. Akhirnya aku hanya menggelar koran bekas saja, karena tak jauh dari tempat itu begitu banyak korang yang msh bagus. Lumayan bisa irit 10 ribu rupiah pikirku.

Ku lepaskan tas hitam yang lumayan berat itu karena berisikan satu stel baju dan nasi tentunya. Ku buka tempat nasi itu, tentunya setelah ke lepaskan dahaga dengan meneguk air jeruk itu. Dan akhirnya kita pun makan, walaupun lauknya sangat kurang pikirku dalam hati. Nasi itu bawaannya mbak endy, lauknya ada cumi putih pake tepung roti, naged( walapun cuma 2 ), sama tempe. Aku tidak begitu makanan seafood seperti cumi putih itu, ku fikir rasanya aneh. Dulu aku juga pernah di teraktir sama temenku, waktu pertama kali aku ke jakarta malamnya sebelum aku pulang, kita sempet jalan2 melihat keindahan kota jakarta di kala malam, dan tentu saja setelah itu kita makan. Waktu itu menunya sea food, untung saja ada pecel ayamnya jadinya aku makan ayam. Padahal yang lain makannya sea food, cuma aku saja yang makan ayam. Dan sekarang, di hadpan ku ada cumi putih pake tepung roti. Hmmm... andai saja aku suka sudah ku habiskan dari tadi.

Setelah selesai makan dan istirahat beberapa menit, kita meneruskan berjalan lagi melihat keindahan alam sang maha pencipta. Ku lihat hamparan laut yang tak berujung, entah dimana ujungnya. Namun ada yang aku sayangkan mengapa air ini sangat keruh sekali, tidak seperti laut di Pangandaran bersih. dan ombaknya asyik, jadi betah kalo bermain main di sana. Pikiranku jadi menerawang, teringat 2 tahun yang lalu saat kita study tour ke pangandaran. Aku jadi kangen sama mereka ( eva, indah, imam, dewi, indri, retno miss u all......)

Aku kembali tersadar ketika mbak ku mengajak untuk sekadar mengabadikan ini, ya kita akhirnya berfhoto2 layaknya seorang model yang sedang pemotret-an. sebenrnya aku risih, karena begitu banyak orang yang melihat. Namun yang paling risih adalah ketika melihat sepasang laki laki dan perempuan yang sedang bermanja, duhh aku tak mau melihatnya. Tapi bagaimana, susah sekali untuk menghindarkannya. Apakah mereka tidak mempunyai rasa malu, begitu banyak mata yang melihat mereka. Tetapi mereka sepertinya cuek saja. Heii....... bagaimana ini???

setelah mendapatkan beberapa jepretan, aku dan mbak ku pun langsung berjalan lagi kali ini kita mau mencari minuman, dan akhirnya 2 buah es krim pun sudah berada di tangan masing2. Sambil duduk dan menikmati es krim yang cepat sekali mencairnya itu. Tiba2 aku menemukan sesosok seseorang yang menurut aku sangat menarik untuk di perhatikan, ya mereka itu adalah kumpulan beberapa orang, ada 2 laki dan 3 perempuan ke tiga2nya memakai kerudung. Tanpa sadar, sepertinya mereka sudah tau kalo aku memperhatikan mereka terus. Seketika itu aku langsung mengalihkan pandangan ku ke arah yang lain.
" astaghfirulloh, kenapa aku jadi begini. Aku jadi memperhatikan seoarang laki2 dari dua itu. Ya, sepertinya dia bukan orang sini, karena ku lihat wajahnya yang tidak seperti kebanyakan orang sini. Dia sedikit mirip Andy Lau ( walaupun lebih cakep Andy lau :D). Setelah beberapa lama akhirnya ke 2 laki dan 3 orang wanita itu meninggalkan tempat itu, mereka menyudahi makan dan minumnya.

Selang beberapa menit dari itu aku pun meninggalkan tempat itu, dan kita memetuskan untuk berfhoto2 lagi di situ, di jembatan yang panjang itu. Setelah mendapat beberapa buah jepretan, kami berjalan menuju tempat yang teduh sambil memandang ke laut lepas. Sekonyong konyong aku jadi ingin naik perahi itu, ya perahu yang penampilannya tidak terlalu bagus. sepertinya enak berada di atas gelombang air itu. meskipun aku belum pernah sama sekali. Keinginan itu begitu besar, dan akhrinya setelah kuyakinkan diri bahwa jika aku naik, itu tidak akan terjadi apa apa. Di saat aku lagi tegang2nya mbak ku malah mengguyoniku dengan bertanya berapa no telepon orang tuaku,huhhhh..... yang benar saja! Ku ajak dia supaya naek bersamaku. Ehh, tapi rupanya dia gak berani, katanya takut kualat sama ortu. Karena dia tidak bilang kalo mau ke pantai, heheh nge boong. Dia bilang cuma mau ke sanayan sama ke blok M.

Singkat cerita akhirnya aku pun naik, jantungku berdetak kencang dan semakin kencang ketika perahi itu sudah mulai penuh dan meluncur. Sebelum perahu itu meninggalkan darat, aku sempet di " jepret" sama mbakku. Aku lambaikan tangan, sementara jantungku masih berdetak hebat. Lucu sekalii,... masa anak kecil saja sangat tenang. Yaa, di depanku ada seorang bocah umur smp an kira2. Dia sepertinya sangat menikmatinya. Sementara aku tegang, mulutku komat kamit berdoa sebisanya, heheh sekarang bisa ketawa pas kejadian?? boro boro....!!!

tiba tiba aku jadi terbayang bagaimana, jika datang ombak besar. Apa yang akan ku lakukan. Berenang?? aku tidak bisa, mungkin aku akan mati di sini. Tapi aku tidak mau, aku masih ingin hidup. Mulutku tak henti hentinya berdoa supaya aku selamat, pikiranku menerawang aku sudah berada jauh dari daratan. Aku takut kalo tiba2 perahu ini jatuh dan terbalik, owhhh........ tidakkkkkkkkk!!!

Jangan takut semuanya terkendali, semuanya aman. Heeiiiiii, tenanglah kau. batinku berbisik. Untunglah waktu itu, si " nahkoda" perahu bersuara dan bergoyon, aku jadi sedikit relax.

" Ibu dan bapak, serta adek semua silahkan jika tidak betah di persilahkan untuk turun. Gratis ko Bu....!!!"

yang benar saja, ini kan sudah berada di tengah lautan, emangnya mau mati apa ( tapi kan dia, cuma guyon lumayan aku jadi sedikti tenang dengan guyonannya itu )

suasana kembali tegang, tidak tau kalo yang lain. sama tidak yaa?? tapi kembali si pemilik perahu itu bersuara

" ibu ibu.........maaf yaa jalannya belum di aspal, makanya jalannya jadi goyang2 " semua penghuni yang sedang berada di perahu kecil ini pun geli dan tertawa.

Perahu berbalik arah, sekarang semuanya keliatan agak tenang. termasuk aku, tanganku mencoba meraih air laut, bajuku basah kena air ombak. Aku menang, aku bisa mengalahkan rasa takut itu.

Tak terasa waktu sudah semakin sore, jam di telepon genggamku sudah menunjukan pukul 5 sore. AKhirnya kita pun pulang ke rumah. Huhhh,......... benar benar perjalanan yang sangat melelahkan. Menegangkan, seru asyik, hmm... dan tak kan ku lupakan.

Aku sudah lelah, setelah mandi terlebih dahulu aku pun langsung tak ingat lagi, karena sudah terbawa ke alam bawah sadar. Aku tertidur. Zzzzzzzzzzz.........................!!!!

Monday, July 04, 2005Â

Akhirnya sampai juga di kota

Jam sudah menunjukan 10 30 itu artinya aku sudah terlambat 30 menit, setelah ku kemasi perlengkapanku. Aku bawa salin satu stel, ku masukan perbekalan ku yang cuma bawa air jeruk sama biskuit saja. Itu pun membuat tas ku jadi menggelembung, padahal cuma bawa itu doank. Ku pastikan lagi kalo uangku sudah berada di tas hitamku, tas yang selalu setia menemani ku jika aku keluar rumah.

Oh ya, aku hampir lupa aku harus mampir dulu ke rumahnya Bu Yat, rumah orang tua angkatnya Mbak ku itu. Sebenernya aku males lewat jalan itu, karena ku lihat banyak orang yang lagi makan, di situ berjejer para pedagang ada gado gado, soto mie, gorengan, dan kios kecil punya bapak tua( orang2 sering memanggilnya "babe" ) yang menjual berbagai macam makanan dan minuman dan yang pasti rokok adalah barang yang paling laku di kios mininya babe. kalo hari hari biasa dagangan mereka sangat laku, ya itu karena di seberang para pedagang itu terdapat sebuah gedung yang punya nama " GRAHA ARSHA" aku tidak tau percis perusahann itu bergerak di bidang apa, yang jelas banyak karyawan2 nya yang sering dateng ke sini, mungkin karena internet di kantor mereka lelet. jadinya pada lari ke sini, atau untuk sekedar print dan scanning. ( heheh, sekedar selingan aja. karyawannya pada keren2 lhoo,.... duhh ko jadi ngelantur gini ya:-P??)

Akhirnya aku pun mengambil jalan melewati para pedagang itu, karena aku harus mampir ke rumahnya Bu Yat, di depan nampak si abang tukang jualan indomie. Dia menyapa ku, namun aku tak begitu mennagkap apa yang dia katakan, aku menagangguk saja dan tak lupa ku lempar senyum. Di sana, nampak satpam yang kalo aku lihat si dia itu gak ada wibawanya sama sekali jadi satpam ( hehhe...maaf nih pak satpam ! pis ahhh) mungkin apa karena dia masih muda ya?, pokonya penampilannya itu tak di ragukan.

Singkat cerita aku sudah aku sudah berada di rumahnya mbak ku dan kita sudah siap untuk berangkat, tepat jam setengah sepuluh pagi aku sampei di rumanhya dia. setelah izin sama ibu dan bapak, kita pun pergi berjalan menuju jalan raya dan melewati gang gang yang sempit.

Akhirnya sampai juga di jalan raya, dan tujuan pertama kita adalah ke pameran buku, senayan. Yaa, setelah hampir seperempat menit kita menunggu metromini 604, akhirnya dapet juga ( meskipun berdiri :( )
mbak -ku mengeularkan 3 lembar seribuan, karena biasanya para kondektur suka langsung menagih gitu. Tuhh kan benar, kondektur itu langsung menggerak gerakan kepalan tangannya yang berisi uang recehan. itu tandanya dia udah menagih. Dan uang yang berada di tangannku itu sudah beralih tangan. perjalanan di 604 ini kita tak begitu banyak ngobrol ( orang kita duduknya berjauhan ko` :-P )

Tak terasa kita sudah sampai lagi di komdak, sementara sang raja siang lagi terik teriknya entah berapa derajat celcius kah kala itu. Akhirnya setelah berjalan beberapa meter dan cukup mmebuat kaki mbak ku lecet, karena dia gak biasa pake sepatu :D

Ku lihat banyak para jilbaber yang mengunjungi gedung, gedung istora senayan. Sebenernya aku sudah janjian sama temen2ku, jadi ku lihat saja kiri dan kanan ku siapa tau ketemu. Aku langusung memburu sebuah buku yang sudah sejak lama aku ingin memikinya. Dan baru kali inilah aku bisa mendapatkannya. Padahal buku iu sudah lama sekali keluar. Di sit terpampang harganya Rp 40000,- namun di karenakan diskon 20 %, jadi aku bisa hemat delapan ribu rupiah ( lumayan heheh...!!!) Duhh, sebenrnya pengen banget beli buku karya2 nya pipiet senja, duhh sayang uangnya harus di hemat. karena masih banyak kebutuhan yang lainnya. sementara mbak ku gak sebaran pengen segera ke ANCOL. Akhirnya aku pun menyudah menjelajah buku2 itu. Dan aku tidak berhasil menemukan teman2ku.

Kaki ku yang sudah pegel pun harus berjalan lagi dan menuju menyebrang di jembatan penyebrangan untuk mendapatkan tiket busaway, yaa kita mau naek busaway. Terus terang ini adalah kali pertama aku naik kendaraan ini :D, tiketnya 2500 dan kita langsung di kasih kartu. lalu ku masukan kartu itu ke tempatbox yang sudah di sediakan. OWhh,..... ternyata begini yaa pikirku dalam hati hihiihi,.....asyik juga ternyata bergelantungan begini. Tapi akhirnya aku mendapatkan tempat duduk juga, walaupun sebentar karena keburu sampai di pemberhentian terakhir, di kota.

Sunday, July 03, 2005Â

Akhirnya aku bisa pergi dengan tenang....!!

Kemarin adalah hari yang sangat melelahkan bagiku. Ya, tentu saja itu karena seharian aku menghabiskan waktuku untuk berjalan jalan ke luar. Sebenernya ada banyak tempat yang ingin aku jumpai kemaren. Diantaranya PRJ ( pekan Raya Jakarta ), Pameran buku di senayan, dan satu lagi ANCOL ( heheh, banyak bgt yak...!!!) Tadinya aku mau bareng ama temn2 myquran, tapi sepertinya mereka gak ngontek2 aku lagi. Akhirnya aku pergi cuma berdua aja, yupp tentu saja sama mbak ku. Mbak hendriyani, tapi aku sering mangil mbak `endy.

Jam sudah menunjukan 08 30, tapi aku sama sekali belum mempersiapkan diri. Tak berapa lama tlp itu berdering, yaa dari mbak `endy " gimana, dah siap kan? ??" duh aku kaget sekali aku jadi nyesel kenapa tadi aku harus ke indomart dulu, buang buang waktu saja fikirku. Tapi barang barang itu penting, pengharum ruangan, tissu, dan satu lagi superpell ( heheh, boleh gak ya nyebutin merk?). "woiii.............!!! suara dia mengangetkanku " ya ya.... tunggu setengah jam lagi aku ke sana" kataku, padahal aku tak yakin apakah 30 menit itu cukup buat mempersiapkan semuanya. Sementara aku belum mandi, dan aku harus menghubungi temen2ku biar bisa jaga di sini, karena kebetulan lastri juga mau jalan. Otomatis si "19 taun" sebutan buat si buddy_holly alias si renald ( partner kerjaku yang gak pernah sholat jum`at, apalagi sholat yang wajib heheh....padahal dia islam :D)

semaleman dia jaga, bahkan sampe jam 8 pagi, aku fikir kasian juga kalau dia jaga sendiri. lalu aku telpon temenku yang jaga di pejaten, Asep alias kang asep. Ku minta dia supaya dia jaga di sini dulu, di siaga. Setelah aku tau dia gak bisa, lalu ku hubungi Mr Heru alias heru ( partner ku yang bisa di ajak kerja sama, heheh....) dia bilang dia bisa pulang hari ini tapimungkin siang. Akhh.............akhirnya aku bisa lega juga, jadi aku bisa pergi dengan tenang.

About me

  • NAME Rostiani
  • COUNTRYJakarta, Jakarta, Indonesia
  • Seseorang yang ingin mencoba mencari jati diri akan hidup yang sebenarnya. Meraih asa yang tertinggal, dengan keyakinan yang ada. Walaupun ke putus-asaan kerap datang, aku bukanlah sebuah batu karang di lautan. Aku juga bukan matahari yang selalu menyinari bumi. Aku hanyalah seseorang yang ingin menjadi diriku sendiri.
My profile

Sapa kamu

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x


Powered by Blogger
and Blogger Templates
Get awesome blog templates like this one from BlogSkins.com