
Sesampainya di kota, sepertinya mbak ku masih ragu angkot manakah yang bisa mengantarkan kita ke tempat yang banyak di kunjungi oleh beberapa warga jakarta dan sekitarnya ini. Akhirnya untuk meyakinkan itu, ku tanya seorang bapak tua yang sedang berdiri di situ, di dekat sebuah pohon di samping seorang pedagang. Dan setelah yakin bahwa angkot yang bernomor hmm.... berapa ya aku lupa lagi. POkonya angkot itu tepat berada di depan kami, dan nampak berjejer seperti ikan saja. Dan kami berjalan ke depan, karena kalo yang belakang itu suka " ngetem" dulu ( ngetem itu sebenernya bahasa apa ya, sundakah, atau jawa-kah. Akhh, nanti suatu saat akan aku tanyakan) Aku dan mbak endy pun mengambil posisi duduk di depan, enak kalo melihat pemandangan begitu pasalnya.
Mungkin di karenakan hari itu adalah hari minggu, dan kebetulan ( kalo kata A`Agym si bukan kebetulan tapi kenyataan :D ) hari itu juga anak anak udah pada mulai liburan. Jadinya begitu buanyakkk buangettt yang dateng. Begitu aku sampai di sana matahari lagi memuncak, kerongkonganku serasa kering ku buka tas selendang warna hitamku, ku ambil air jeruk yang ke beli dari indomart tadi pagi. Walaupun tidak dingin, namun cukup untuk membasahi tenggorokan yang sudah kering. Perutku lapar sekali, tadi pagi aku memang belom sarapan, ya... hanya satu gelas teh manis waktu di rumahnya mbak endy. Itu pun tidak aku habiskan, karena ada benda jatuh ke teh manisku itu. Ya, katanya obatnya dia jatuh ke gelas ku. Padahal aku ingin menghabiskan teh anget itu.
Ku lirikan mataku dengan lincah bermaksud mencari tepat yang teduh untuk beristirahat, ada beberapa tenda yang di gelar. Ya, mungkin mereka menyewanya karena tak mungkin tenda itu gratisan. Mereka terdiri dari beberapa keluarga, dan sepertinya serempak sekali. yaa... mereka sedang makan. Hmmm........sepertinya enak sekali. Setelah mencari tempat yang kosong buat duduk dan istirahat, akhirnya aku menemukan tempat yang kosong. Ada satu tikar yang tergelar di sana, ku tanyakan pada mereka yang berada tidak jauh dari situ.
" maaf, bu apakah tempat ini kosong?" ku lihat ibu itu sedang makan
" ya itu kosong, pake saja orangnya udah pergi barusan"
" tapi, bu kira kira bayar enggak ya?" mbak ku menimpalinya, ya dia mungkin takut kalo bayar soalnya uangnya pas2an :D Ya, lumayanlah sewa itu kan satu tikar sepuluh ribu rupiah. Akhirnya aku hanya menggelar koran bekas saja, karena tak jauh dari tempat itu begitu banyak korang yang msh bagus. Lumayan bisa irit 10 ribu rupiah pikirku.
Ku lepaskan tas hitam yang lumayan berat itu karena berisikan satu stel baju dan nasi tentunya. Ku buka tempat nasi itu, tentunya setelah ke lepaskan dahaga dengan meneguk air jeruk itu. Dan akhirnya kita pun makan, walaupun lauknya sangat kurang pikirku dalam hati. Nasi itu bawaannya mbak endy, lauknya ada cumi putih pake tepung roti, naged( walapun cuma 2 ), sama tempe. Aku tidak begitu makanan seafood seperti cumi putih itu, ku fikir rasanya aneh. Dulu aku juga pernah di teraktir sama temenku, waktu pertama kali aku ke jakarta malamnya sebelum aku pulang, kita sempet jalan2 melihat keindahan kota jakarta di kala malam, dan tentu saja setelah itu kita makan. Waktu itu menunya sea food, untung saja ada pecel ayamnya jadinya aku makan ayam. Padahal yang lain makannya sea food, cuma aku saja yang makan ayam. Dan sekarang, di hadpan ku ada cumi putih pake tepung roti. Hmmm... andai saja aku suka sudah ku habiskan dari tadi.
Setelah selesai makan dan istirahat beberapa menit, kita meneruskan berjalan lagi melihat keindahan alam sang maha pencipta. Ku lihat hamparan laut yang tak berujung, entah dimana ujungnya. Namun ada yang aku sayangkan mengapa air ini sangat keruh sekali, tidak seperti laut di Pangandaran bersih. dan ombaknya asyik, jadi betah kalo bermain main di sana. Pikiranku jadi menerawang, teringat 2 tahun yang lalu saat kita study tour ke pangandaran. Aku jadi kangen sama mereka ( eva, indah, imam, dewi, indri, retno miss u all......)
Aku kembali tersadar ketika mbak ku mengajak untuk sekadar mengabadikan ini, ya kita akhirnya berfhoto2 layaknya seorang model yang sedang pemotret-an. sebenrnya aku risih, karena begitu banyak orang yang melihat. Namun yang paling risih adalah ketika melihat sepasang laki laki dan perempuan yang sedang bermanja, duhh aku tak mau melihatnya. Tapi bagaimana, susah sekali untuk menghindarkannya. Apakah mereka tidak mempunyai rasa malu, begitu banyak mata yang melihat mereka. Tetapi mereka sepertinya cuek saja. Heii....... bagaimana ini???
setelah mendapatkan beberapa jepretan, aku dan mbak ku pun langsung berjalan lagi kali ini kita mau mencari minuman, dan akhirnya 2 buah es krim pun sudah berada di tangan masing2. Sambil duduk dan menikmati es krim yang cepat sekali mencairnya itu. Tiba2 aku menemukan sesosok seseorang yang menurut aku sangat menarik untuk di perhatikan, ya mereka itu adalah kumpulan beberapa orang, ada 2 laki dan 3 perempuan ke tiga2nya memakai kerudung. Tanpa sadar, sepertinya mereka sudah tau kalo aku memperhatikan mereka terus. Seketika itu aku langsung mengalihkan pandangan ku ke arah yang lain.
" astaghfirulloh, kenapa aku jadi begini. Aku jadi memperhatikan seoarang laki2 dari dua itu. Ya, sepertinya dia bukan orang sini, karena ku lihat wajahnya yang tidak seperti kebanyakan orang sini. Dia sedikit mirip Andy Lau ( walaupun lebih cakep Andy lau :D). Setelah beberapa lama akhirnya ke 2 laki dan 3 orang wanita itu meninggalkan tempat itu, mereka menyudahi makan dan minumnya.
Selang beberapa menit dari itu aku pun meninggalkan tempat itu, dan kita memetuskan untuk berfhoto2 lagi di situ, di jembatan yang panjang itu. Setelah mendapat beberapa buah jepretan, kami berjalan menuju tempat yang teduh sambil memandang ke laut lepas. Sekonyong konyong aku jadi ingin naik perahi itu, ya perahu yang penampilannya tidak terlalu bagus. sepertinya enak berada di atas gelombang air itu. meskipun aku belum pernah sama sekali. Keinginan itu begitu besar, dan akhrinya setelah kuyakinkan diri bahwa jika aku naik, itu tidak akan terjadi apa apa. Di saat aku lagi tegang2nya mbak ku malah mengguyoniku dengan bertanya berapa no telepon orang tuaku,huhhhh..... yang benar saja! Ku ajak dia supaya naek bersamaku. Ehh, tapi rupanya dia gak berani, katanya takut kualat sama ortu. Karena dia tidak bilang kalo mau ke pantai, heheh nge boong. Dia bilang cuma mau ke sanayan sama ke blok M.
Singkat cerita akhirnya aku pun naik, jantungku berdetak kencang dan semakin kencang ketika perahi itu sudah mulai penuh dan meluncur. Sebelum perahu itu meninggalkan darat, aku sempet di " jepret" sama mbakku. Aku lambaikan tangan, sementara jantungku masih berdetak hebat. Lucu sekalii,... masa anak kecil saja sangat tenang. Yaa, di depanku ada seorang bocah umur smp an kira2. Dia sepertinya sangat menikmatinya. Sementara aku tegang, mulutku komat kamit berdoa sebisanya, heheh sekarang bisa ketawa pas kejadian?? boro boro....!!!
tiba tiba aku jadi terbayang bagaimana, jika datang ombak besar. Apa yang akan ku lakukan. Berenang?? aku tidak bisa, mungkin aku akan mati di sini. Tapi aku tidak mau, aku masih ingin hidup. Mulutku tak henti hentinya berdoa supaya aku selamat, pikiranku menerawang aku sudah berada jauh dari daratan. Aku takut kalo tiba2 perahu ini jatuh dan terbalik, owhhh........ tidakkkkkkkkk!!!
Jangan takut semuanya terkendali, semuanya aman. Heeiiiiii, tenanglah kau. batinku berbisik. Untunglah waktu itu, si " nahkoda" perahu bersuara dan bergoyon, aku jadi sedikit relax.
" Ibu dan bapak, serta adek semua silahkan jika tidak betah di persilahkan untuk turun. Gratis ko Bu....!!!"
yang benar saja, ini kan sudah berada di tengah lautan, emangnya mau mati apa ( tapi kan dia, cuma guyon lumayan aku jadi sedikti tenang dengan guyonannya itu )
suasana kembali tegang, tidak tau kalo yang lain. sama tidak yaa?? tapi kembali si pemilik perahu itu bersuara
" ibu ibu.........maaf yaa jalannya belum di aspal, makanya jalannya jadi goyang2 " semua penghuni yang sedang berada di perahu kecil ini pun geli dan tertawa.
Perahu berbalik arah, sekarang semuanya keliatan agak tenang. termasuk aku, tanganku mencoba meraih air laut, bajuku basah kena air ombak. Aku menang, aku bisa mengalahkan rasa takut itu.
Tak terasa waktu sudah semakin sore, jam di telepon genggamku sudah menunjukan pukul 5 sore. AKhirnya kita pun pulang ke rumah. Huhhh,......... benar benar perjalanan yang sangat melelahkan. Menegangkan, seru asyik, hmm... dan tak kan ku lupakan.
Aku sudah lelah, setelah mandi terlebih dahulu aku pun langsung tak ingat lagi, karena sudah terbawa ke alam bawah sadar. Aku tertidur. Zzzzzzzzzzz.........................!!!!