Jam satu siang kala itu, mungkin lewat beberapa menit, acara itu berlangsung. Mbak Helvy duduk di di sebelah kiri. Dan Mbak Asma duduk di sebelah kanan sang moderator. Aku segera mendekati ke arah depan. Maksudku supaya bisa lihat dengan jelas, yang mana HTR dan yang mana ASMA NADIA. * gak ada icon yg lagi benerin kaca mata yaa xixixi...!*
Beberapa saat kemudian setelah sang moderator membuka acara tersebut, Mbak Helvy pun di beri kesempatan untuk menyampaikan sepatah dua patah kata. Dan beliau kata katapun berhamburan dari mulut beliau. Bicaranya cepat, dan sesekali tersenyum. "Risalah Cinta" Itulah buku yang di luncurkan saat itu.
Hmmm,......kalo di lihat dari judulnya. sangat romantic yaaa.Tentu saja ceritanya juga sangat menarik. Konon katanya, cerita dari buku ini di ambil dari beberapa tulisan di mutiply-nya Mbak Helvy. ( Tau multiply kan???)
Buku risalah Cinta ini adalah cerita kehidupan beliau, ada tentang kakeknya, bundanya, dan tentu saja keluarganya. Satu cerita pun di bacakannya kepada yang hadir. Kisah tentang kakeknya yang mempunyai wajah sangat menarik, banyak di idolakan oleh kaum hawa. Tetapi kakeknya memilih untuk mencari istri yang berkurudung dan baik. Subhanalloh yaa,... semestinya kita pun demikian kalo pengen jodoh tuh janganlah terlalu banyak persyaratan. Agamalah yang paling penting. Mbak Helvy pun menuturkan bahwa bahwa di keluarganya, fisik adalah syarat yang ke sepuluh dari sepuluh persyaratan. ( Jangan tanyakan apa saja yang ke 10 itu, karena beliau tidak menyebutkannya :D)
Selain cerita itu, ada 2 judul lagi yang di bacakan sama Mbak helvy.
Sementara itu kaki ku sangat pegel sekali,....maklum kursinya cuma dikit, hanya buat tamu2 saja. Aku pun jongkok dan mengambil beberapa buku di hadapanku, aku pura2 baca heheh..padahal mah sih pegel diri terus:-P
Tiba tiba "drett..dret...dret..." Hp ku bergetar, ada sms masuk. owhh rupanya dari Teh izti. Sebenernya aku memang ada acara lain selain ini, yaitu rapat mengenai baksos yang di adakan hari ahadnya.
" Dek, Yuukk kita pergi sekarang ke mesjid UI"
Wahhh, gimana nehh padahal kan acaranya baru saja berlangsung. Aku tak mau melewatinya begitu saja. Dan aku pun langsung membalas sms itu. Aku suruh tunggu pergi duluan aja, nanti aku nyusul. Biar dehh, ngambek juga gpp yang penting aku tidak melewakan acara ini heheh... piss ahh!!
sekarang, giliran sang adik yang berbicara. Yup, Mbak Asma Nadia. Dengan bukunya "Jangan jadi muslimah nyebelin" ( emang ada gituuu....????) Adalah, kenapa ko bisa ada. Jawabannya cuma 1 katanya, kenapa muslimah nyebelin, karena muslimah juga manusia, bukan rocker aja gitu lhoo... heheh bisa aja deh Mbak Asma :D
Ketika acara sedang berlangsung, tiba2 datang seorang ibu2 berambut pendek di kawal oleh seorang laki laki. Hmm, sepertinya anaknya. Ternyata benar, Ibu2 yang baru datang bersama seoran pria itu adalah ibundanya mbak Helvy dan Mbak Asma. dan laki2 itu adalah adiknya yang bungsu.
Mbak Asma pun menceritakan masa kanak2nya, ternyata waktu kecil beliau adalah bukan dari keluarga yang mampu. untuk membiayai sekolah anak2nya ibunya harus rela berjalan menawarkan seprei2 kepada para tetangga dan yang lainnya. Satu hal yang sangat menarik, ibunya mendidik anak2nya dengan buku. Begitu banyak buku2 di rumahnya. Dan tidak pernah sedikitpun pekerjaan rumah tangga di bebankan kepada anak anaknya. Cukuplah Ibunya yang mengerjakan, anak anak tugasnya adalah belajar. begitu katanya, maka tak heran bila anak anaknya itu selalu menjadi bintang kelas di sekolahnya.
mataku berkaca kaca mendengarnya, aku terharu....!!!
ku lihat ibunda Mbak Asma pun begitu, tentu saja beliau sangat bangga sekali punya anak2 yang berhasil menjadi penulis ternama seperti HTR dan ASMA NADIA.
Oh ya ada satu hal lagi kunci keberhasilan sang bunda dalam membesarkan anak2nya, pengen tau apa??? yaa,.. itu adalah mereka semenjak kecil sudah belajar membaca dan menulis. jadi, sebelum masuk SD anak anaknya sudah harus bisa membaca dan menulis. ( Aku terpana untuk yang ke2 kali ) subhanalloh. Mereka itu di besarkan dengan buku2, begitu banyak buku2 di rumahnya. Dan, sebenernya kunci keberhasilan itu adalah buku. Karena buku gudangnya ilmu.
setelah itu sesi tanya jawab pun berlanjut, ada beberapa jawaban dari pertanyaan2 para pengunjung yang aku garis bawahi. Slah satunya tentang motifasi dari menulis. Sebenarnya tiap orang itu mempunyai alasan mengapa ia menulis, ada yang karena ingin menjadi seorang penulis terkenal, ada juga yang hanya sekedar iseng saja. Yang jelas bila kita ingin konsisten dengan menulis, maka kita harus menemukan "why" artinya mengapa kita harus menulis???
"Saya sendiri menulis adalah karena, "dendam2" saya di waktu kecil. Setiap saya punya dendam maka saya menulis, saya ingin membukikan bahwa saya akan berhasil, saya tidak mau di remehkan oleh orang lain, dan oleh keluarga" Begitu Mbak asma bertutur
Semenjak itu pun saya jadi berfikir, apa yaa kira2 "why" saya, kenapa saya menulis??? apa alasan saya untuk menulis??? Yang jelas saya ingin mengasah hati dan fikiran saya, supaya bisa menjadi dewasa. Bisa berfikir kritis. Bisa lebih bijak dalam menilai sesuatu. Dan saya pun ingin sekali menulis dengan hati, karena apa apa yang berasal dari hati, maka kenanya akan di hati pula.
Terima kasih atas pelajaran2 yang begitu anat berharga, gak rugi dehh di suruh boss beli magnatic, karena bisa ketemu 2 orang yang saya idolakan, heheh.
Yuuukkk, ahhh mulai menulis lagi!!!
Berikan yang terbaik buat dunia oceh *_^