Saturday, November 26, 2005Â

Pertanyaan itu

Hari itu aku malu pada diriku sendiri
seorang teman cyberku bertanya padaku
" Apakah engkau seorang akhwat??"
Aku benar benar terkejut dengan pertanyaan itu

Memangnya ada yang salah dengan diriku
Tiba tiba aku jadi salah tingkah,
ketawa kecil untuk sekedar penghilang gugup

" biasanya kalo seorang akhwat tidak mau lhoo, kalau di ajak seperti ini"
Oh my God, apa yang ku lakukan.
Aku hanya sekedar minum teh dan menemani dia ngobrol sembari makan. Itupun karena bajunya basah kuyup, sehingga dia tidak mau masuk ke ruangan itu karena jika masuk pasti semuanya jadi kotor dan basah.

Dan dia pun menanyakan sebuah warung nasi
kebetlan letaknya tidak jauh dari tempatku, terhalang beberapa ruko saja.
Akhirnya aku antarkan saja dia ke sana, walaupun titik2 hujan belum berhenti

yaa, hari itu adalah pertama kali bertemu dengan temen ym ku itu
kalaulah aku tidak membutuhkan brosur itu,
mungkin aku tidak akan menyuruhnya ke sini.

"Kenapa tidak jadi akhwat saja, neng"
pertanyaan kedua yang menohok tenggorokanku

"Iya saya ini bukan akhwat, tapi ikhwan hehhe."
mungkin jawabanku garing, sengaja aku jawab seperti itu.
sebenernya aku tahu maksud pertanyaan seorang pria berkacamata itu

"entahlah, saya masih harus banyak belajar" timpalku lurus

"ya sudah, saya pulang dulu" lalu di staternya motor itu, tak lupa

"terimakasih brosurnya yaa" kataku sambil mengacungkan brosur berwarna merah itu

"iya sama sama, assalamualaikum " dan suranya pun hilang lenyap bersama angin

wa`alaikum sallam .........!!! aku masih mematung, berdiri di depan pintu toko dengan pikiran yang menerawang. teringat pertanyaan2 tadi.

Ahhh,.......sepertinya aku mesti banyak merenung dan intropeksi diri
Masih banyak yang harus aku benahi, betapa banyak kekurangan di diri ini.
Sebenernya aku malu padaMU, juga pada diriku sendiri.
Aku tidak mau kemunafikan terus menerus menggerogoti jiwaku
Aku hanya ingin menjadi manusia yang tidak merugi kelak di akhirat sana.

Semuanya butuh proses kawan,
Maka aku akan menikmati proses itu
aku akan berusaha terus dan berjuang
mudah2an esok kan lebih baik


11.24 AM
Terima kasih atas hikmahnya,
perenungan yang belum berakhir

Sunday, November 13, 2005Â

Satu lagi tentang sebuah cita cita

Ini tentang sebuah cita cita dan masa depan. Belakang ini saya sering merenung akan jadi apa saya di kemudian hari, bagaimana jadinya saya 10 tahun ke depan. OWhhhhhh,........sementara sekarang ini sering kali berleha leha. Banyak waktu yang terbuang begitu saja. Padahal sebetulnya banyak yang harus di lakukan, demi masa depan yang pasti akan tiba.

Kemarin malam saya ngobrol sama teman saya, dan tau tidak jawaban dia ketika saya tanya apa cita citanya. " Saya ingin jadi presiden" jawaban yang tanpa ragu sedikitpun. Saya tercenung untuk beberapa saat, memikirkan bagaimana dengan cita2 saya. Jika kau bercita cita maka harus setinggi langit, jangan setinggi pohon dan jangan pula setinggi gunung.

Oh ya ada artikel bagus tentang sebuah cita cita, era muslim edisi
11/11/2005 08:37 WIB. Ini sangan bermanfaat menurutku

------------------------------------------------------------------------------------

eramuslim Anakku, izinkan bunda menuturkan sebuah kisah. Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah yang zuhud, senang beribadah dan berjihad, suatu kali pernah berkata. "Sesungguhnya jiwaku adalah jiwa yang mempunyai banyak cita-cita. Dia pernah bercita-cita menjadi amir, dia telah mendapatkannya. Dia bercita-cita menjadi seorang khalifah, juga telah didapatkannya. Sekarang, cita-citaku adalah surga, dan aku berharap mendapatkannya."

Lembar sejarah membuktikan, orang-orang besar umumnya memiliki cita-cita tinggi. Anakku, bukan hanya itu, mereka berusaha mewujudkan apa yang mereka cita-citakan dengan segenap upaya dan kesungguhan, dan umumnya mereka mampu meraih cita-cita yang telah mereka canangkan.

Bukan hanya kisah Umar bin Abdul Aziz yang akan bunda ceritakan. Ada kisah lain, tentang empat pemuda dengan cita-cita mereka. Suatu kali, Abdullah bin Umar, Urwah bin Zubair, Mushab bin Zubair dan Abdul Malik bin Marwan ra. berkumpul di pelataran ka'bah. Mushab yang bicara pertama kali dengan mengatakan,"Bercita-citalah kalian." Sahabat yang enggan mengatakan cita-citanya, meminta Mushab terlebih dulu menyampaikan cita-citanya.

Mushab bertutur,"Aku ingin kaum muslimin bisa menaklukkan wilayah Irak, aku ingin menikahi Sakinah puteri Husein dan Aisyah binti Thalhah bin Ubaidillah." Tahukah anakku, apa yang kemudian hari berlaku atas Mushab? Allah SWT memperkenankannya memperoleh apa yang ia cita-citakan.

Urwah bin Jubair kemudian menceritakan harapannya. "Aku ingin menguasai ilmu fikih dan hadits." Subhanallah, Urwah kemudian dikenal sebagai salah satu tokoh ulama fikih dan banyak meriwayatkan hadits.

Abdul Malik bin Marwan mengungkapkan cita-citanya. Ia menyatakan keinginannya untuk menjadi khalifah. Dan anakku, Abdul Malik bin Marwan kemudian menjadi khalifah di masa Daulah Umawiyah yang dikenal sebagai khalifah yang memiliki ilmu yang luas dan taat beribadah.

Terakhir, Abdullah bin Umar menegaskan cita-citanya. Tahukah anakku, apa cita-cita Abdullah bin Umar? Cita-citanya adalah, surga!

Anakku sayang, ambillah hikmah terbaik dari kisah itu. Apa yang menjadi cita-cita mereka? Cita-cita yang tinggi dan besar. Apakah engkau mengetahui, bagaimana mereka bisa mencapai cita-cita itu? Mereka mencapainya dengan perjuangan dan pengorbanan yang sungguh-sungguh diiringi dengan mental yang luar biasa. Bukan dicapai dengan menumbuhkan keminderan, kekalahan bahkan keputusasaan. Kekuatan tekad yang mereka miliki disertai dengan kerja keras juga doa kepada Allah SWT membuat mereka mampu mencapai apa yang mereka inginkan.

Perhatikan apa yang sejarah tulis mengenai perjuangan Umar bin Abdul Aziz. Kala diangkat menjadi pemimpin, ia tanggalkan kemewahan-kemewahan yang pernah dinikmatinya. Ia ganti kemewahan itu dengan segenap kesederhanaan. Ia bahkan meminta keluarganya untuk turut serta hidup dalam kesederhanaan itu. Yunus bin Syuaib bahkan berkata, "Sebelum menjadi khalifah, tali celananya masuk ke dalam perutnya yang besar. Namun, ketika dia menjadi khalifah, dia sangat kurus. Bahkan jika saya menghitung jumlah tulang rusuknya tanpa menyentuhnya, pasti saya bisa menghitungnya." Bukan hanya itu, Umar bin Abdul Aziz juga dikenal sebagai pemimpin yang menolak suap dalam bentuk apapun. Subhanallah.. Allah SWT memperkenankan Umar bin Abdul Aziz memperoleh keinginannya untuk menjadi khalifah dan Umar menjalankannya dengan penuh kesungguhan, perjuangan dan pengorbanan untuk menngapai cita-cita yang lain, surga!

Karena itu, anakku, bercita-citalah! Pancangkan cita-citamu setinggi mungkin. Iringi ia dengan kesungguhan, perjuangan dan pengorbanan untuk menngapainya. Semoga Allah SWT merahmatimu dengan memperkenankan cita-cita itu terwujud.

Bercita-citalah! Bukan hanya untuk duniamu, tapi juga untuk akheratmu. Rasulullah bersabda, "Dan jika kalian meminta kepada Allah, maka mintalah surga firdaus, sebab dia adalah surga yang paling tinggi." Anakku, tahukah engkau apa cita-cita seorang Rabiah bin Kaab? Cita-citanya adalah, menemani Rasulullah di surga!

Di tulis oleh : CAHAYA AFIATI
----------------------

Subhanalloh, sungguh kalau satu cita cita itu dilakukan dengan kesungguhan, kedispilinan, pengorbanan, dan juga doa. Maka insya alloh akan tercapailah cita cita itu. Sekarang mari kita berfikir sejenak, sudahkah kita mempunya impian? sudahkah kita memiliki sebuah cita cita? Apapun yang kita lakukan sekarang, maka kita akan melihat hasilnya nanti. Ayookk..kita wujudkan impian kita dengan suatu tekad yang kuat dan bersungguh sungguh dan dengan di iringi doa semoga Alloh meridoi apa yang kita inginkan kelak. Amiin!

About me

  • NAME Rostiani
  • COUNTRYJakarta, Jakarta, Indonesia
  • Seseorang yang ingin mencoba mencari jati diri akan hidup yang sebenarnya. Meraih asa yang tertinggal, dengan keyakinan yang ada. Walaupun ke putus-asaan kerap datang, aku bukanlah sebuah batu karang di lautan. Aku juga bukan matahari yang selalu menyinari bumi. Aku hanyalah seseorang yang ingin menjadi diriku sendiri.
My profile

Sapa kamu

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x


Powered by Blogger
and Blogger Templates
Get awesome blog templates like this one from BlogSkins.com