Peringatan 1 tahun Tsunami

Tak terasa setahun sudah bencana yang melanda Aceh 26 Desember 2004 lalu, bagaimana rasanya jikalau kita sendiri yang mengalaminya.
Hmm...aku tak bisa membayangkan bagaimana kesedihan mereka para korban tsunami itu kehilangan keluarga mereka.
Hari minggu kemaren di bumi wiyata, Depok di puter sebuah film dikumenter yang bertajuk ` lebaran tanpa ayah` adalah seorang anak laki laki, yang kehilangan ayahandanya tercinta. Ia menuturkan bagaimana sedihnya ia melihat mayat mayat yang bergeletakan, sembari mencari sesohok wajah ayahnya, hati kecilnya bicara semoga ayahnya tidak ia temukan di barisan mayat-mayat itu. Tetapi apa daya, kehendak ALLOH, ayahnya berada di deretan mayat2 itu. Air matanya pun kering sudah,......!!
Sepenggal puisi `lebaran pertamaku tanpa ayah`
Ada jarak tak terukur usai bencana itu
Tak tahu lagi dimana ayah berada kini
Kering sudah air mata ini
Setiap kali wajah teduhnya membayang
Lebaran kali ini,
Tak lagi ada tangan yang kan kukecup
Pun kaki tempat bersimpuh
Padahal, belum sempat diri meminta ridhanya
Di hari raya ini,
Tak ada baju baru untukku,
Disaat anak-anak lain bergembira dengan baju barunya
Tak satu pun yang memberi hadiah
Atas keberhasilanku berpuasa sebulan penuh
Hanya segumpal rindu yang membuatku bertahan
Memupuk sebentuk cinta yang tetap terjaga
Mengais harap lebaran bersamanya lagi
-----------------------------------------------
Ya ALLOH ampuni atas dosa2 kami semua ya Alloh, Engkaulah penguasa langit dan bumi
Engkau maha berkehendak, Ya AllOh lindungi kami dan keluarga2 kami dari segala musibah. Betapa Tsunami itu telah memberi pelajaran yang amat berharga buat kita, bahwasannya ALLOH itu maha penguasa. Masihkan pantas kita berbuat sombong??? sementara kita sangat kecil sekali di hadapannya. ya Rabb ampuni kamu semua subhanalloh, walhamdulillah, walailahaillalalloh, wallohu akbar!
jakarta, 26 desember 2005
Teruntuk saudara2ku di Aceh, kapan yaa aku ke sana!
ketika itu aku sedang berdiri di depan tiang, di pinggir sebuah ruko tukang jahit, tiba tiba lelaki separuh baya dateng dengan membawa bungkusan berupa sebuah kantong plastik. Di kasihkannya jinjingan itu padaku,
moga mimpinya jadi kenyataan heheeh...!!!
Sudah beberapa hari ini, aku jarang sekali olah raga. Maka tak heran badanku pegel pegel. Sebenernya olahraga itu sangat penting sekali bukan??? Tapi ko rasa rasanya males banget yaaa.... hehhee!!
